Wednesday, 2 January 2019

Tips Terhindar Dari Hoax Di media Sosial


Diera sekarang ini segala sesuatunya serba cepat , termasuk penyebaran sebuah berita , tidak hanya dari TV radio ,sekarangpun sudah merambah ke media sosial , tapi apa semua berita yang kita terima itu benar ? atau malah hoax ? ini yang sering jadi perbincangan belakangan ini , dibalik cepatnya sebuah informasi yg diterima sekarang ini serta banyaknya informasi yg kita terima , terkadang kita tak dapat memfilter berita yg benar atau tidak


Belakangan ini media sosial merupakan salah satu tempat dengan pernyebaran hoax paling banyak , apalagi memasuki tahun tahun politik seperti ini , Facebook merupakan salah satu media sosial terburuk kalo menurut pendapat saya pribadi , dimana dengan gampangnya penguna menyebarkan konten konten yang belum benar kepastiannya , bahkan dengan gampangnya percaya saja , dan ikut membagikan si berita hoax tadi ,

Ini juga yg awalnya membuat saya ahirnya perlahan meninggalkan facebook kemarin , pertama karena merasa bosan sama pemberitaan yang selalu muncul di timeline , yg menurut aku tuh aneh dan sedikit tidak masuk akal , tapi aku mikir lagi kalo semua orang pergi meninggalkan media sosial satu ini karna alasan yang sama sepertiku , berati yang tinggal disitu hanya si pembuat hoax dan para korbannya yang selalu nelan berita itu itu bulat bulat ? bagaimana dengan orang awam yang baru saja mengunakan facebook nantinya . ? contoh saja mungkin ibu bapak kamu ? , karna bagaimanapun facebook merupakan media sosial awal bagi semua orang kan ? 


Ini juga yang ahirnya malah membuat saya kembali lagi mengunakan facebook , seperti seorang pahlawan kesiangan , tiap ada berita yang saya terima , langsung saya cari kebenarannya , nah kalo terbukti hoax biasanya aku kasih komentar yang sopan , baik baik aku komentari post nya
ada yang terima masukan dari saya , ada juga yang malah marah marah terus nyebut nama nama binatang yang lagi tren belakangan ini
Kamu cebong yang ? kampret yah ? itu kata kata paling populer sekarang ini .

Nah sekarang bagaimana si caranya agar kita bisa terhindar dari yang namanya Hoax khusunya di media sosial , setelah cerita yang cukup panjang sampai empat paragraf curhat semua isinya , mari kita masukin bagian penting dari artikel ini , ini saya ambil reverensi juga dari pengalaman pribadi dan beberapa blog yang saya pernah baca bahkan dari situs kominfo langsung 


Cara terhindar dari Hoax di media sosial

1. Jangan mudah percaya sama judul berita yang provokatif 

Sering kali pemberitaan palsu atau hoax selalu membuat judul yang provokatif dengan tujuan menyerang kelompok terntentu , bisa saja isinya dari berita dari media resmi , tapi di edit sedemikian rupa demi keuntungan mereka.

Judul sengaja di buat sensasional agar orang mau membaca dan ikut menyebarkan berita

cara untuk menghindarinya , cari sumber berita lain utamanya dari media terpercaya banding kan isi beritanya , jadi kamu bisa dapat hasil yang lebih berimbang

2. Cermati alamat situs


 Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Apabila berasal dari situs yang belum terverifikasi sebagai institusi pers resmi -misalnya menggunakan domain blog, maka informasinya bisa dibilang meragukan.

 Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

 Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

3.Periksa fakta

 Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Sebaiknya jangan cepat percaya apabila informasi berasal dari pegiat ormas, tokoh politik, atau pengamat.

Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.





 Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif.

4. Jangan terlalu cepat membagian berita yang kamu terima


Dimedia sosial memang ada sedikit gengsi untuk jadi orang yang pertama memberitakan sesuatu , mungkin tujannya sepele , ingin mendapatkan like lebih banyak , tapi bagaimana dampaknya kalau berita yang kamu bagian itu ternyata bohong tidak benar ? berapa banyak orang yang akan dirugikan?
dan kamu dengan bodohnya membantu si pembuat hoax itu dengan mudahnya ,
pernah lihat berita ngga ada orang yang tertangkap bahkan masuk penjara karna ikut membagikan berita hoax ? kamunya yg masuk penjara , sementara si pembuat hoax tertawa tawa atas kegaduhan yang dia buat .

Jadi untuk yang ini harus dipikirin dampaknya sebelum membagikan sebuah berita 


5.Cek keaslian Foto 

Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.
6.Ikut serta grup diskusi anti-hoax
Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.


7. Bersikap kritis 

Bersikap kritis ketika mendapatkan sebuah berita akan menjadi perlindungan yang efektif untuk Kamu terhindar dari berita Hoax.

Cerdaslah dalam menyaring informasi mana yang berguna dan mana informasi yang tidak membawa manfaat untuk anda.





Terkadang bersikap sedikit cuek dalam menyikapi sebuah informasi yang kita terima bisa membuat kita berfikir lebih rasional.


Kenapa? karena kadang kita tidak bisa bersikap objektif terhadap sesuatu yang kita suka. Misal kita dapat berita A yang isinya sesuai dengan apa yang kita suka jadi kita percaya, padahal belum tentu berita tersebut benar. Begitu juga sebaliknya.


Ini Cara melaporkan berita atau informasi hoax

 Apabila menjumpai informasi hoax, lalu bagaimana cara untuk mencegah agar tidak tersebar. Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

 Untuk media sosial Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.
Kemudian, bagi pengguna internet Anda dapat mengadukan konten negatif ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan melayangkan e-mail ke alamat aduankonten@mail.kominfo.go.id.

 Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax.

Sumber reverensi : Kominfo dan berbagai sumber lainya. 

35 comments:

  1. Iyaaa hoaks sekarang banyak banget beredar, ntah darimana mana asaalnya.. Tapi untuk ak orangnya update jadi tau mana berita yang bohong dan palsu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo darimana asalnya pastilah dari orang yang ingin keributan

      Delete
  2. Syukurlah saya tuh kalo baca berita ga emosional, masih bisa berpikir kritis...hihihi
    Thanks ya, sekarang udah tahu ke mana harus dilapor berita2 hoax itu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. jagan kebawa perasaan yah kan kalo dapat berita provokasi

      Delete
  3. Jangan cepat membagikan, wah sepertinya hal itu sudah menjadi tradisi asal share. Takut tidak masuk surga. Atau takut kena azab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih inget dulu waktu kecil , cuma metodenya beda , pake kertas selebaran , terus di ahir tulisan kita juga harus ngefotocopy biar ngga sial , seirring waktu berjalan ternyata masuk kesosmed

      Delete
  4. Wah, terima kasih sekali. kebiasaan buruk zaman sekarang, yang share aja bahkan belum tuntas membaca atau melihat full videonya udah disebar. Ngeri banget, jangan sampai malah jadi penyebar hoax dan ikut memfitnah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyah pegen jadi pemberi info pertama biar dapet like banyak , ahirnya ga mikir panjang

      Delete
  5. Sebenernya cukup gampang sih kalo mau kehindar dari HOAX medsos. Kalo saya nih, saya ga bakal percaya semua berita yang di-share di medsos--meskipun pada akhirnya ada juga yang beneran. Saya percaya sama TV dan portal berita terpercaya, misalnya Kompas. Kalo berita yang ada di medsos belum muncul di sana, saya anggap HOAX. Selesai dah :D

    ReplyDelete
  6. Cara Meong ngindarin HOAX? Tidurrrrrr... wkwkwkwkwk #KomenNgaco

    ReplyDelete
  7. aduh hoax dah jadi komoditi saat ini apalagi pakai embel-embel dosa klau tidak di bagikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalo ini iyah , apalagi kalo udah diselipin ayat ayat

      Delete
  8. Nomor 1 sih, paling jelas pembeda nya
    Kalo informatif nggak akan terkesan clickbait

    Terus tips selanjutnya:

    Selalu periksa semua info yg ada di grup whatsapp keluarga haahhaha

    ReplyDelete
  9. Nah, nomor 3, 4 dan 7 itu memang penting swkali. Harusnya apapun yang kita lihat/baca dicek dulu, jangan langsung share. Tips yg bermanfaat sekali, terima kasih ya 😊

    ReplyDelete
  10. memang betul harus selektif, jangan mudah asal menerima info, apalagi menyebarkannya, makasih tipsnya, sangat bermanfaat di era sekarang

    ReplyDelete
    Replies
    1. selektif dalam memilih yah kan kayak memilih pasangan juga

      Delete
  11. perlu banget nih. paling males yg share2 hoax di wag. pas diomongin malah ngeyel lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. WA grup keluarga yah sha , mau di nasehatin dalemnya bapak bapak sama emak emak udah pada tua :D

      Delete
  12. Di zaman sekarang memang sangat penting ya, buat cek dan ricek lagi terhadap berita yang sudah menyebar ke mana-mana. Kita enggak boleh langsung percaya gitu aja. Harus teliti lagi, biar kita enggak jadi korban-nya hoax dan atau malah ikutan nyebarin berita hoax.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ikut menyebarkan itu termasuk dosa juga ngga yah
      xuxiixixixxi

      Delete
  13. Terimakasih tulisannya sangat bermanfaat bagi kita semua. Untungnya saya jarang membuka situs abal-abal yang saya yakin itu kurang bisa dipercaya beritanya. Buat teman-teman yang suka langsung sebar (jempol aktif banget) saya cuma bisa menyarankan untuk berpikir baik-baik terlebih dahulu karena menjadi penyebar hoax bisa menyeret kita pula ke ranah hukum hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. berbagi informasi itu penting , tapi lebih penting lagi informasi yg dibagikan ngga penuh kebencian yah

      Delete
  14. Kalau buat saya sih, info-info hoax itu udah terasa aura bohongnya hahaha.

    Tapi emang benar seperti poin di atas, kelihatan dari judulnya.

    ReplyDelete
  15. Stuju banget kl facebook media terburuk dalam hal penyebaran hoax. Orang2nya pada rajin ngegas, beritanya ga mutu dan disebar jutaan kali. Ketika kita konfirmasi pun, kl britanya slaah eh malah dihujat. susah urusan sama orang beginian. Aku biasanya konfirmasi ke div humas polri juga sih, biasanya mereka posting berita kl hoax lngsg dilabeli hoax gt

    cuma emang harus perlahan dan rutin sih kl emang kita tau hoax harus langsung dihantam aja biar nggak tersebar makin jauh. spertinya sih orang2 sekarang mulai sadar juga, kcuali kl emg buzzer ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buzzer dan sekarang emang lagi musimnya kan sampe ke april nanti pas pilplres

      Delete
  16. Saya banyak ikutan grup anti-hoax biar update sama 'perkembangan' hoax yang terbaru. Lebih bagus lagi grup luar negeri, soalnya hoax yang diproduksi di luar negeri, biasanya direproduksi lagi disini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoax luar ngeri ? baru denger kalo yg ini , biasanya hoax jelang piplers aja yang banyak ini .

      Delete
  17. Mantap,,,mari blogger indonesia bersatu berantas hoax

    ReplyDelete

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.

Quote :Yoga Akbar Sholihin