Sunday, 3 December 2017

4 Desember Diperingati Sebagai Hari Artileri

Selamat pagi , saudara sebangsa setanah air , iyah karna saya nulis artikel ini pagi pagi sekali sambil menyambut salah satu hari bersejarah di republik indonesia tercinta kita , udah pada tahu belum kalau setiap tanggal 4 desember itu di peringati sebagai hari artileri nasional ?  tapi sebelumnya kita harus tau dulu apa sih sebenarnya arti artileri itu ?


                      




Pada awalnya, istilah artileri (bahasa Perancis: artillerie) digunakan untuk menyebut alat berat apapun yang menembakkan proyektil di medan perang. Istilah ini juga dipakai untuk mendeskripsikan tentara yang tugasnya menjalankan alat-alat tersebut. Dengan ditemukannya kendaraan terbang pada awal abad ke-20, artileri mulai digunakan juga untuk menyebut senjata darat anti-udara.
Artileri adalah bentuk tanah persenjataan darat paling mematikan dan paling efektif , dalam Perang Napoleon , Perang Dunia I dan Perang Dunia II . sebagian besar kematian disebabkan oleh pertempuran artileri. Pada tahun 1944, Joseph Stalin mengatakan dalam sebuah pidato yang artileri adalah "Dewa Perang". Para perwira artileri paling terkenal dalam sejarah mungkin Napoleon.





                                                           








Sejarah Hari artileri Di indonesia 
Sejarah perjuangan bangsa Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17

Agustus 1945, yaitu dengan lahirnya Badan Keamanan Rakyat (BKR), Tentara

Keamanan Rakyat (TKR), Tentara Keselamatan Rakyat (TKR), Tentara Republik

Indonesia (TRI), kemudian menjadi TNI seperti sekarang.




                                                         




Pada tgl 4 Desember 1945 Letnan Jendral Urip Sumohardjo meresmikan berdirinya

markas Artileri yang bertugas membina Satuan-satuan Artileri Indonesia dengan komandan

yang pertama adalah Letnan Kolonel R.M Pratikno Suryosumarno. Markas Artileri tersebut

merupakan bagian dari jawatan persenjataan Markas Besar Tentara (MBT) yang

berkedudukan di Yogyakarta, peresmiannya bersamaan dengan tgl kelahiran Artileri

Internasional pada tgl 4 Desember 1945. Tgl 4 Desember itulah yang menjadi hari jadi

Korps Artileri TNI AD yang kemudian seiring dengan perkembangan selanjutnya ditetapkan


menjadi hari jadi Korps Armed TNI AD.



Beberapa Artileri Yang Di Miliki Indonesia
(MLRS)  Multiple Launcher Rocket System (MLRS) milik Pusdik Armed (Pusat Pendidikan Artileri Medan)



                                                       



Artileri ini merupakan buatan Avibras Aerospacial Brazil dan memiliki kecepatantembak hanya dalam waktu 16 detik saat melemparkan amunisi roketnya. Sekali tembak, MLRS dapat menghancurkan sekitar 2 hektar terhadap sasarannya."Kecepatan daya luncur roket 16 detik sekali lepas amunisinya. Daya hancurnya 2 hektar, sekali tembak bisa menghancurkan setara kompleks Monas atau Gelora Bung Karno,"wow gila yah .




 RHEINMETAL MK 20 RH 202


                                            




Biasanya dipasang di Tank, Kapal, maupun Kendaraan tempur infanteri. Indonesia ada punya kayak gini dibeli dari Jerman. Kekuatan ledakannya menggunakan Tipe Single Barrel Automatic Cannon.

MERIAM S60

                                                    







Resminya meriam S-60 57mm adalah buatan Uni Soviet (Rusia), mulai diproduksi sejak tahun 1950, dan mulai memperkuat arsenal sista TNI sejak era operasi Trikora di awal tahun 60-an. Dirunut dari klasifikasinya, S-60 masuk dalam meriam PSU (penangkis serangan udara) laras tunggal dengan jarak tembak target rendah dan menengah. Dengan panduan sistem penembakkan terintegrasi, jangkauan meriam ini bisa melesat hingga 6.000 meter.



ROKET PERTAHANAN.







Dikutip dari situs resmi PT pindad: 

Pada tahun 2006, PT Pindad (Persero) terlibat dalam program pengembangan roket nasional D230 yang digagas Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dalam bentuk sebuah konsorsium nasional yang beranggotakan Kemenristek, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), beberapa perguruan tinggi, serta perusahaan BUMN seperti PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Krakatao Steel (Persero), dan PT LEN Industri (Persero). Proyek konsorsium nasional ini juga mendapatkan bantuan narasumber dari TNI.
Roket D230 yang dikembangkan konsorsium ini adalah roket pertahanan sistem balistik dengan diameter 122 mm dengan daya jangkau 20-30 kilometer. Pengembangan roket nasional ini dilakukan dengan menempuh tahapan engineering yang ideal, yaitu dimulai dari design requirement and objective, detail design, manufacturing, dan testing (laboratorium, statik, dan dinamik). wah ternyata kita punya roket pertahanan juga yah

oke itu dulu untuk hari ini yah , tadi udah bahas sejarahnya , apa itu artileri sampe yg artileri apa aja yg kita punya , sebenernya masih banyak lagi sih bukan itu ajah , apa lagi melihat majunya alutista bangsa kita , pasti masih banyak lagi yg mencengangkan yah ,
oke see you guys . selamat hari artileri hehehheheheehe

1 comment:

Terima kasih telah membaca tulisan ini. Berkomentarlah karena ingin, bukan cuma basa-basi biar dianggap udah blogwalking.

Quote :Yoga Akbar Sholihin